Ini Kata Ketua Satgas Halal Provsu Soal Dugaan Manipulasi Lebel Halal Produk Bubuk Teh UMKM Sejalan Sidamanik

Kamis, 25 November 2021 | 12:56 WIB

Simalungun, MPOL : Selain perizinan usaha, sertifikasi halal jadi hal wajib dimiliki sebuah usaha home industri. Dan pencantuman label halal dari MUI ini penting, tidak hanya untuk konsumen, tapi juga untuk para produsen.

Sebab, label halal ini gunanya memberikan rasa aman bagi para konsumen. Juga, sebagai jaminan untuk mereka kalau produk yang mereka konsumsi tersebut aman dari unsur yang tidak halal dan diproduksi dengan cara halal dan beretika.

Untuk produsen, label halal ini berfungsi dalam membangun kepercayaan dan loyalitas konsumen terhadap produk-produk mereka. Produk yang bersetifikat halal juga jadi memiliki daya saing yang lebih tinggi dibanding produk yang tidak mencantumkan label halal di produknya.
Namun, salah satu home industri UMKM ‘Sejalan’  yang memproduksi  bubuk teh di komplek Perumahan ‘Widuri’ Nagori Manik Maraja, Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun diduga belum mengantongi sertifikat lebel halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Simalungun.
Hasil investigasi MPOL di lapangan, menyebutkan,  UMKM Sejalan yang dikelola Anggi Utama Purba yang disebut-sebut telah beroperasi lebih kurang satu setegah tahun tersebut belum mengantongi sertifikat/ lebel halal dari MUI.
Namun, produk bubuk tehnya sudah banyak beredar di warung-warung  dan cafe  di Medan, Kabupaten Simalungun dan Kota Pematangsiantar, bahkan sampai ke Bagan Batu Provinsi Riau.
“Padahal produk bubuk teh yang dikelola Anggi Utama Purba itu dipastikan belum memiliki serifikat halal, kok bisa-bisanya dia nekat  mencatumkan lebel halal di kemasan bubuk tehnya,” ungkap salah satu warga yang tak mau disebut jati dirinya kepada MPOL, kemarin.
Disebutkannya, produk bubuk teh milik Anggi Utama Purba tersebut dijual seharga Rp 12.000 hingga Rp 17.000 per kilo gram  tergantung jenis bubuk tehnya. Namun yang konyolnya, produk teh yang dikelolanya nekat mencantumkan lebel halal dikemasan bubuk teh miliknya. Padahal, disebut-sebut lebel halal  dari  instansi terkait  belum terbit sertifikatnya. Hal ini menjadi pertanyaan para konsumen atau pelanggan.
Menanggapi hal tersebut, Abdul Rahman Siregar Ketua Satgas Halal Provinsi Sumatera Utara (Provsu) terkait lebel halal UMKM Sejalan Sidamanik yang dikonfirmasi MPOL, Rabu (23/11/2021) mengatakan, sudah terdaftar, namun sertifikat halalnya belum terbit.
Disebutkannya, pihaknya kemarin telah mendatangi pemilik UMKM Sejalan ke Sidamanik dan kepada pemilik UMKM Sejalan, Satgas Halal Sumut menegaskan, tidak boleh memakai lebel halal sebelum terbit sertifikat halal meskipun sudah didaftarkan pemiliknya ke instansi terkait.
Selanjutnya, setelah Satgas Halal mencek kemasan bubuk tehnya, mereka pun mengakui kesalahannya karena sudah mencantumkan logo halal di kemasan bubuk teh milik UMKM Sejalan.
“Kami hanya melakukan edukasi saja kepada pengusahanya/pemiliknya dan tidak bisa melakukan tindakan hukum,” ujar Abdul Rahman Siregar pegawai  seksi Urais Kanwil Kemenag Sumut melalui handponenya, Kamis (25/11/2011) pagi. **