Diduga ‘Main Mata’ Dengan Pemborong,  Restan Buah  Sawit  Numpuk Di Afdeling 1 PTPN IV Kebun Hatonduhan Simalungun 

Kamis, 10 Juni 2021 | 18:39 WIB

 

Simalungun, MPOL :  Peningkatan produksi tandan buah segar (TBS) di PTPN IV terus dipacu, sehingga dapat menghasilkan rendemen minyak  Crude Palm Oil (CPO)  yang berkualitas/ bermutu.

Berkualitas CPO tersebut diantaranya tergantung cara pemanen TBS di lapangan dengan cepat mengangkut dari lokasi ke pabrik kelapa sawit (PKS).

Termasuk tidak luputnya  dari pengawasan Manager, Asisten/atau karyawan pimpinan serta mandor di lapangan terkait dengan produksi buah kelapa sawit yang berkualitas.

Namun,  yang terjadi di PTPN IV Kebun Hatonduhan Kab.Simalungun malah sebaliknya,  buah restan  sawit banyak teronggok atau tidak diangkut dari lapangan (selama 24 jam) ke PKS  di lokasi areal/blok di afdeling 1 kebun Milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut.

Bahkan dua hari hingga seminggu teronggok di tempat pengumpulan hasil (TPH) baru diangkut tranportasi oleh pemborong/pihak ketiga yang disebut-sebut milik IW oknum anggota DPRD Simalungun.

Penumpukan restan buah sawit itu diduga disengaja dilakukan oleh oknum karyawan/asisten yang bertugas serta bertanggungjawab di areal tersebut.

Yang konyolnya, buah restan tersebut sudah sering kali terjadi tanpa adanya tindakan tegas dari pimpinan kebun di PTPN IV itu.

Pantauan Medan Pos, Kamis (10/06/2021), di sekitar blok 00E afdeling 1 Kebun Unit Usaha Hatonduhan, terlihat,  puluhan hingga ratusan janjang  buah kelapa sawit dan berondolan berserakan dan teronggok yang berton-ton beratnya tak diangkut oleh pemborong kebun tersebut.

Kalau hal ini dibiarkan terus-menerus dan berkelanjutan menjadi preseden buruk bagi pihak PTPN IV kususnya turunnya kadar kualitas rendemen minyak sawit atau CPO.

Diduga ada main mata dengan pihak kebun dan pemborongnya sehingga buah restan (sisa) kelapa sawit  sudah berhari-hari baru diangkut, seharus kalau pagi dipanen, siangnya harus diangkut dari TPH.

Selain itu, informasi yang dihimpun menyebutkan, di lokasi afdeling satu kerap terjadi  pencurian TBS. Namun, tak pernah dilaporkan oleh pihak yang berkopeten/yang bertanggungjawab di lokasi/afdeling tersebut.

“Diduga ada permainan antara pihak kebun dengan para pelakunya/ninjanya”, ujar salah satu warga yang tak mau disebut namanya.

Manager PTPN IV Kebun Unit Usaha Hatonduhan Jhon FE Bangun yang dikonfirmasi terkait adanya restan buah sawit yang banyak tercecer atau teronggok di afdeling satu melalui pesan Whats App (WA)  menyebut, “wah saya kurang tau pula saya lagi cuti menghabiskan cuti saya mau memasuki mbt 1/7 ini pak, hubungi  saja langsung  Askepnya yang  baru,  pak sinaga, ya pak,” ungkapnya. *