Bupati Franc Tinjau Langsung  Sistem Penanaman Kopi “PGS” di Pakpak Bharat

Minggu, 9 Mei 2021 | 19:21 WIB

Pakpak Bharat, MPOL: Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor meninjau langsung sistem penanaman Kopi Pagar Ganda Segitiga (PGS) di salah satu lahan kelompok tani binaan sebagai salah satu perusahaan kopi terbesar di Dunia, yaitu Starbucks di Desa Siempat Rube I, Kecamatan Siempat Rube, Kabupaten Pakpak Bharat, Minggu (9/5/2021).

Ia menyatakan sangat tertarik dan mendukung sistem penanaman Pagar Ganda Segitiga atau tumpang sari pada tanaman kopi dengan ukuran jarak tanaman 1.30 x 165.

Dalam hal ini, pihak Starbucks Indonesia menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan petani kopi dengan memberikan pelatihan bagi kelompok petani lokal mulai pembibitan, cara penanaman, cara perawatan dan lainnya secara gratis.

Dengan sistem penanaman PGS serta menerapkan praktik-praktik pertanian lestari untuk menumbuhkan varietas unggul yang akan mendukung perekonomian petani.Uji coba PGS pada tanaman kopi tersebut bahwa dengan sistem PGS disamping meningkatkan populasi dapat juga ditanami dengan tanaman lain atau sistem tumpang sari.

Sehingga hasilnya nanti pihak Starbucks langsung menampung dari para petani. Adapun jenis kopi dalam program pengembangan ini adalah Komposit Andung Sari Tiga, Andung sari satu dan jenis kopi Sigarar utang.

Pihak Starbucks mengatakan saat ini mereka fokus untuk membina kelompok tani Jabi-jabi Siempat Rube dan diharapkan kedepannya akan bisa lebih berkembang di Pakpak Bharat karena pihak Starbucks menilai setelah masyarakat melihat hasilnya, otomatis warga lainnya nanti secara otomatis sudah tertarik untuk mengembangkan sendiri. Untuk itu peran serta masyarakat dan gotong royong sangat dibutuhkan.

Bupati Franc Bernhard Tumanggor menyampaikan ucapan terima kasih kepada starbucks bisa mengedukasi dan memperhatikan Pakpak Bharat khususnya Desa Siempat Rube I. Franc juga mengatakan dirinya mendukung seluruh program pertanian di Kabupaten Pakpak Bharat termasuk budidaya kopi , bahkan dirinya siap jika lahan miliknya dijadikan sebagai lahan percontohan pertanian.

Orang nomor satu di Pakpak Bharat itu menilai perlunya niat yang kuat dari masyarakat serta budaya gotong-royong (mersiurupen) seperti tradisi Pakpak sejak dulu, perlu dibangkitkan kembali dalam berbagi pengetahuan ilmu bertani  sehingga bisa meningkatkan penghasilan masyarakat.

“Kalau mau maju mari kita mersiurupan atau bergotong royong untuk bagaimana cara bertani yang benar serta semangat yang kuat dari masyarakat. Dan kita mesti bersyukur kepada pihak Starbucks yang telah mau memberikan kesempatan kepada masyarakat di sini” ujar Franc.

Pada kesempatan itu, salah seorang anggota mewakili kelompok tani Jabi-jabi E.Padang mengatakan,kami sangat semangat dan bangga  atas dukungan Bupati Franc pada program ini ” Dalam  percontohan atau sample akan mengupayakan secara maksimal dan nantinya bisa menjadi  contoh bagi masyarakat atau kelompok tani lainnya” katanya. **