BLT DD dan Bansos Provsu Sudah Disalurkan, Ini Kata Bupati

Rabu, 20 Mei 2020 | 19:39 WIB

 

Taput MPOL.Com: Bantuan Langsung Tunai (BLT) bersumber dari Dana Desa (DD) dan Bantuan Sosial (Bansos) dari Provinsi Sumatera Utara (Provsu) telah disalurkan dibeberapa desa dan kecamatan yang diterima langsung oleh masyarakat penerima.
Bansos Provsu yang diberikan berupa Sembako senilai Rp. 225 ribu yakni, beras IR-64/sejenisnya 10 Kg, minyak goreng 2 liter, gula pasir 1 kg dan mie instan 20 bungkus. Dengan pilihan tambahan berupa sirup, susu kental manis, tepung terigu, mentega dan  ikan kaleng. Untuk  BLT DD diberikan secara simbolis kepada masyarakat penerima.
Gubsu yang diwakili Kadis Lingkungan Hidup (LH) Ir. Binsar Situmorang mengatakan, Bansos untuk 27.237 KK ini sebesar Rp.6.128.325.000 telah disalurkan. Bantuan ini bentuk kepedulian Gubsu dan Wagubsu untuk membantu  warga Taput yang terdampak Covid-19. “Betul-betul harus kena sasaran. Bilamana nanti ada di kecamatan dan desa yang tidak layak mohon dikawal agar tepat sasaran,” tegas Binsar.
Kegiatan ini melibatkan Babhinsa dan Babinkamtibmas untuk mengawal e warung yang telah dihunjuk pak Bupati.
Anggota DPRDSU Manimpan Tobing pada kesempatan itu menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat agar  mengawal bantuan ini agar tepat sasaran. Ia memberikan sumbangan kepada masyarakat, jangan mengurangi kualitas dan kuantitasnya.
“Saya mewakili masyarakat yakin Pemkab Taput sudah memberikan yang terbaik kepada masyarakat sebelumnya. Semoga sumbangan ini dapat berguna bagi masyarakat Taput ditengah Pandemi Covid-19,” tegas Manimpan.
Pada saat itu juga masyarakat Desa Banuaji II mengucapkan rasa terimah kasih atas bantuan BLT dan Bansos dari Provsu yang sudah diterima. “Terimah kasih kepada pemerintah pusat, propinsi, dan kabupaten. Semoga bantuan ini dapat menyambung hidup masyarakat Banuaji  ditengah Pandemi Covid-19 ini,” ucap Bongis Hutagalung mewakili masyarakat Banuaji II.
Ini Kata Bupati
Ada dua opsi yang diberikan kepada saya sebelum bantuan Bansos Provsu diterima mayarakat. Opsi pertama, Sembako dikirim langsung dari Medan dan  dibagi disini. Opsi kedua, uang langsung dikirim ke Taput dan kita yang beli Sembako. “Saya pilih opsi kedua untuk menggerakkan ekonomi masyarakat melalui e warung,” ujar Bupati pada acara launching penyaluran Sembako Provsu dan BLT DD buat warga Desa Banuaji II, Rabu (20/5) di lapangan SMP 3 Banuaji.
Kepada Dandim, Kapolres, Kajari, Kapolsek dan Kades, apabila ada warga yang jatahnya berkurang agar langsung dimasukkan ke kamar 13, karena merupakan urusan kemanusiaan. “Saya juga meminta kepada Kapolsek, Kepala Desa agar dalam pembagian Sembako itu nantinya jangan sampai menimbulkan kerumunan seperti pasar malam. “Saya tidak mau Taput cacat karena ada penyelewengan Bansos seperti daerah lain,” pungkas Nikson.
Pembagian BLT ini juga harus tepat sasaran. Jangan sampai ada warga  yang seharusnya  menerima tapi tidak dapat. Sementara yang tidak seharusnya mendapat BLT menjadi menerima itulah tugas TKSK untuk memverifikasi data untuk lebih akurat.
Kejanggalan lainnya lanjut Bupati, dalam DTKS tahun 2014/2015 banyak ditemukan warga yang sudah meninggal dunia serta yang sudah menjadi PNS.
Disinilah TKSK bekerja lebih maksimal, apabila ditemukan data warga ada yang meninggal dunia diganti dengan data yang baru. Begitu juga dengan PNS supaya diganti dengan data verifikasi yang baru, katanya.
Dikatakan, perangkat desa, BPD tidak boleh dapat BLT. Kita dahulukan yang terbaik bagi masyarakat Taput.BKemarin sudah ada dua orang lagi positif Covid-19 dan sudah di isolasi di RSUF Tarutung. Saya tidak ingin pasien positif bertambah lagi.
Untuk itu kepada Dandim 0210/TU Letkol Rony Widodo  dan Kapolres Taput AKBP Joner Samosir agar terus melakukan razia. Juga razia warga yang tidak mau pake masker. “Saya percaya , semua gugus tugas bekerja dengan baik. Saya juga tidak ingin Taput ada yang ribut,” harapnya. **