BI Optimis Tahun Ini Ekonomi Sumut Bisa Tumbuh Lebih Tinggi

Minggu, 27 November 2022 | 18:58 WIB

Medan. MPOL – Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Doddy Zulverdi menegaskan perekonomian Provinsi Sumatera Utara (Sumut) di tahun 2022 diperkirakan bisa tumbuh lebih tinggi dari tahun sebelumnya (2021).

Hal tersebut, tentunya didorong oleh semakin putihnya mobilitas dan membaiknya daya beli akan mendorong masyarakat. Meski, di triwulan pertama harga komoditas utama masih tinggi, namun berlanjutnya program PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) , sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi Sumut di tahun 2022 lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya.

“Kami optimis perekonomian Sumatera Utara secara keseluruhan bisa tumbuh, tentunya didukung oleh sumber-sumber yang saya sebut tadi,” kata Doddy Zulverdi pada Bincang Bareng Media (BBM) Lantai 3 Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Jumat (25/11/2022).

Diketahui, tren pemulihan ekonomi Sumut terus berlanjut dan mencatat pertumbuhan 4,97% (yoy) pada triwulan 3 tahun 2022, lebih  tinggi dibandingkan sebelumnya. Adapun, andil Provinsi Sumut terhadap pertumbuhan ekonomi Sumatera sebesar 1,14% meningkat dari triwulan sebelumnya sebesar 1,12%.

Lebih lanjut, dikatakan Doddy yang saat itu turut didampingi Deputi Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Ibrahim dan Poltak tersebut, terkait masih terus berlanjutnya konflik geopolitik yang beresiko melanjutkan gangguan mata rantai pasok dan permintaan  dari negara mitra dagang serta perkembangan ekonomi global yang diwarnai inflasi yang tinggi menjadi risiko yang dapat menahan pertumbuhan lebih lanjut.

“Tahun depan sama dengan proyeksi ekonomi nasional, diperkirakan masih cukup kuat bisa tumbuh positif, tapi sama dengan nasional resiko kita (Sumut) melambat itu ada karena memang perekonomian Sumut cukup besar dipengaruhi dari kinerja ekspornya,” sebutnya.

Untuk itu, tambah Doddy, dikarenakan ekonomi global yang diperkirakan tahun depan ada banyak negara mengalami keterlambatan pertumbuhan ekonomi (resesi), dinilai akan sangat terdampak cukup besar.

“Ini perlu kita waspadai, bagaimana caranya supaya, meski nanti ekspor melambat,” ujarnya.

Doddy Zulverdi secara tegas mendorong sejumlah pihak termasuk pemerintah provinsi maupun daerah serta dunia usaha, agar terua berupaya mengoptimalkan sumber-sumber lainnya dengan tidak hanya mengandalkan dari kinerja ekspor berbasis komoditas CPO seperti selama ini.

“Kita kalau tak ingin melihat ekonomi Sumut melambat akibat global, maka harus terus mengoptimalkan sumber-sumber kita sendiri, kita harus cari sektor domestik,” ucapnya.

Apa itu ? seperti dari sektor UMKM, sektor berbasis ekonomi perkebunan yang ada di Sumut melalui penguatan hilirisasi. Selanjutnya, kemudahan investasi dengan memberi insentif guna mengatasi kondisi tidak menentu.

“Itu harus kita jaga, kita harus beri kesempatan, apalagi investor diyakini akan berupaya mencari bagaimana menempatkan usahanya di tempat yang aman dan menguntungkan. Ini selalu kami ingatkan,” tutupnya.(Dro).