Bersama Pemkab Taput, Satika Siap Dukung Usaha Pertanian Kopi di Desa

Kamis, 11 Agustus 2022 | 21:48 WIB

 

Taput,MPOL-Ketua TP PKK Kabupaten Tapanuli Utara(Taput), Satika Simamora,SE MM berharap warga Taput harus bisa fokus dalam menjalani hidup, jangan serba mencoba, namun menseragamkan jenis pertanian yang akan dibudidayakan agar hasilnya semakin maksimal.

Bersama Pemerintah Kabupaten Taput, sebut Satika siap untuk mendukung pertanian kopi di desa, namun harus semakin produktif berkarya, tetapi sebelumnya juga harus memperhatikan kondisi kesehatan keluarga.

Hal ini disampaikan Satika Simamora saat paparan pada Pelatihan Kelompok Tani terkait Budidaya dan Pengolahan Kopi yang dihadiri masyarakat Desa Tapian Nauli III, di Balai Desa Dr. TD Pardede Desa Tapian Nauli III Kecamatan Sipahutar, Kamis (11/08/2022).

Pada kesempatan tersebut, Satika Simamora memaparkan hasil studi banding pada beberapa petani kopi dan pelaku usaha yang telah berhasil, termasuk memaparkan berbagai produk olahan dari buah kopi seperti pengolahan permentasi menjadi wine, ampas kopi diolah menjadi masker lulur perawatan dan kulit kopi dapat diolah menjadi kripik.

“Saya berharap dari desa ini ada kelompok yang berminat untuk diberi pelatihan dalam pengolahan wine kopi dari hasil permentasi. Sudah ada usaha yang telah sukses yaitu wine coffee Gogo dari kecamatan Pagaran, beliau nantinya yang akan melatih para petani kopi maupun kelompok”, kata Satika.

Istri Bupati Taput Itu juga menyebut, program Bupati Taput bersama PKK dan Dekranasda akan membina para pelaku usaha yang selanjutnya akan menjadi tenaga pengajar dan pelatih bagi pelaku usaha yang ada di Taput.

“Untuk itu mari semua semangat bertani tanaman kopi ini karena dari kopi ini akan dapat kita olah menjadi berbagai usaha sumber ekonomi. Selanjutnya akan lebih gampang untuk dikembangkan karena sudah tersedia bahan yang dibutuhkan sehingga seluruh masyarakat akan bersama-sama menikmati hasil kopi ini,” ujar Satika Simamora.

Satika juga berharap kelompok petani dan para UMKM harus terorganisir dengan baik, kelompok tani memiliki akte notaris, pelaku UMKM mengurus nomor induk verusaha.

” Kita jangan takut bersaing tapi semua harus bekerja sama demi kemajuan bersama. Selain menghasilkan dari lahan pertanian, para ibu rumah tangga dapat produktif di rumah masing-masing. Segeralah masing-masing mempersiapkan segalanya sesuai kebutuhannya,” ucap Satika Simamora mengakhiri paparannya.

Sementara Ketua TP. PKK Taput bersama rombongan berpindah lokasi meninjau kegiatan sosialisasi Penanganan dan Pencegahan Stunting serta Pengolahan Makanan Sehat, bertempat di halaman Kantor Kepala Desa Tapian Nauli III.

“Filosofi ‘Anakkon hi do hamoraon di au’ mengharapkan agar para orang tua untuk selalu memperhatikan masa depan anak, dimulai kondisi sejak dalam kandungan hingga tumbuh dewasa.

Salah satu kendala kita adalah permasalahan stunting pad generasi muda. Mari kita cegah sejak awal termasuk memeriksa dan mempersiapkan kondisi calon pengantin dan selanjutnya perencanaan dalam kelahiran anak,” jelas Satika Simamora.

“Mohon maklum kalau saya harus keras kepada para orang tua karena masalah stunting ini sudah menjadi masalah nasional. Semua harus bergerak secepatnya bagaimana mencegah dan menangani masalah stunting. Kita juga harus memikirkan pentingnya kesehatan sejak awal bagi kesehatan anak sebagai generasi penerus,” tegas Satika Simamora.

“Mari kita berdayakan lahan disekitar rumah sehingga tercukupi gizi bagi anak, ditanami sayur-sayuran. Bantuan-bantuan yang diterima saat ini harus bisa menghasilkan beberapa bulan kedepan untuk dikomsumsi sebagai pencegahan stunting. Para ibu harus memperhatikan kebersihan rumahnya, mari cegah sejak dini karena lebih baik biaya berobat kita tabung daripada biaya berobat,” akhir arahan Satika Simamora.

Selanjutnya, istri Bupati Drs. Nikson Nababan, M. Si tersebut didampingi para undangan dan Kepala Puskesmas Fatima Simatupang menyerahkan bantuan berbagai makanan tambahan kepada anak penderita/gejala stunting, bagi para ibu hamil dan para lansia.

Pada kegiatan ini juga diperagakan pengolahan makanan sehat berupa biskuit bahan daun kelor yang diperagakan oleh pengelola ‘Ratu Kelor’ Tienne Nadeak yang juga sebagai ahli gizi.

“WHO telah menyatakan bahwa daun kelor ini memiliki khasiat yang luar biasa apabila diolah dengan tepat. Khasiat daun kelor mampu mengatasi masalah gizi karena mengandung anti oksidan, protein, kalsium, zat besi, vitamin C dan lysien untuk penambah nafsu makan. Kita sudah mengolah daun kelor ke dalam makanan berupa biskuit, puding, nasi goreng dan berbagai makanan. Khasiat 3 keping biskuit daun kelor setara dengan energi dalam 1 gelas susu,” jelas Tienne Nadeak dalam paparannya.***