Aktivis Ini Percaya, Minyak Goreng Produksi PT MNA Kuala Tanjung Higienis dan Aman Dikonsumsi

Kamis, 27 Februari 2020 | 10:24 WIB

Batu Bara – Ada selentingan terdengar, bahwa minyak goreng curah produksi PT Multimas Nabati Asahan (MNA) tidak higienis, karena alat transportasinya memakai mobil tangki. Tetapi seorang aktivis NGO Sumatera Utara, Rahmat, menyatakan tidak percaya dengan tudingan tersebut.

Dalam pandangan dan amatan Rahmat, PT MNA yang berlokasi pabrik di Jalan Access Road, Desa Kuala Tanjung, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara punya reputasi tinggi sebagai perusahaan berskala internasional sehingga tentu sangat care menjaga standar mutu serta menjaga nama baik perusahaan itu sendiri.

“Dengan berbagai macam prestasi penghargaan yang diberikan oleh berbagai pihak kepada PT MNA, terkait produksi minyak goreng yang selama ini digeluti dan sudah sangat terkenal baik di dalam maupun di luar negeri, tidaklah mungkin perusahaan tersebut berani baik sengaja maupun tidak sengaja memproduksi minyak yang tidak higienis atau tidak aman untuk dikonsumsi masyarakat,” ungkapnya beberapa waktu barusan.

Menurutnya, mustahil jika itu dilakukan oleh perusahaan itu. Sebab setiap saat perusahaan ini diawasi terus oleh pihak-pihak yang berkompeten dalam hal itu. “Kan tidak mungkin banyak lembaga maupun instansi mau memberikan sertifikat atau piagam penghargaan kepada PT MNA apabila produk perusahaan ini tidak aman, naif kali lah itu,” cetus Rahmat.

Mengenai transportasi dikaitkan dengan produk, menurut Rahmat kalau sudah keluar perusahaan hal itu bukanlah jadi tanggung jawab perusahaan lagi. Selain itu, kalau bukan truk tanki, lalu apa angkutan yang cocok untuk produksi sekelas PT MNA itu. “Kita menilainya yang obyektif aja lah,” cetusnya.

Sementara itu Ali Umar SH, pengurus LIRA Kabupaten Batu Bara bidang hukum, mengatakan LIRA Batu Bara mengapresiasi adanya operasi minyak goreng curah yang dilakukan oleh PT MNA terhadap desa-desa sekitar.

Menurutnya, hal itu sudah sesuai dengan Surat Edaran Menteri Perdagangan No. 02 tahun 2019 bahwa pemberlakuan kewajiban minyak goreng kemasan ditunda sampai dengan Desember 2020. (Edi)