Melirik Usulan Program Unggulan Smart City Kota Tebing Tinggi, Oleh :Ismail Batubara

Jumat, 9 September 2022 | 14:02 WIB

 

Smart City adalah program Pemerintah yang tercantum didalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Presiden Joko Widodo untuk periode 2019-2024. Program ini menjadi target dari Pemerintah Pusat, untuk menjadikan semua kota di Indonesia ini menjadi smart. Kemudian pemerintah pusat menginginkan layanan yang dilakukan didaerah itu menggunakan sistim digital.

Kota Cerdas (Smart City) adalah sebuah konsep kota cerdas/pintar, yang membantu masyarakat yang berada di dalamnya, dengan mengelola sumber daya yang ada dengan efisien dan memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat/lembaga dalam melakukan kegiatannya, atau pun mengantisipasi kejadian yang tak terduga sebelumnya.

Tebing Tinggi menjadi salahsatu Kota dari 50 daerah Kabupaten/Kota, yang dipercaya untuk menyusun Master Plan (Rencana Utama) menuju Smart City. Hal ini berdasarkan Surat Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), tentang penyampaian hasil asesmen dalam rangka program menuju Smart City, yang menyatakan bahwa Kota Tebing Tinggi terpilih menjadi salahsatu dari 50 Kabupaten/Kota se Indonesia, untuk menyusun Master Plan Kota Cerdas atau Smart City.

Menyikapi hal ini, berbagai rangkaian kegiatan telah dilakukan dalam menyusun Master Plan Smart City Kota Tebing Tinggi, yang dilaksanakan Dinas Kominfo dan diikuti OPD dan pihak terkait diantaranya, Pemaparan dan Diskusi draf final dan review Master Plan Smart City. Kemudian draf awal Master Plan Smart City implementasi program pembangunan Smart City jangka pendek dan menengah, melalui kegiatan Bimbingan Teknis yang dilaksanakan sebanyak 4 tahapan sejak bulan Juni hingga September 2022.

Dalam mendukung program Smart City ini, Pemerintah Kota Tebing Tinggi melalui Dinas Kominfo akan meluncurkan Aplikasi Drop Server yakni aplikasi yang berfungsi sebagai gudang UMKM Kota Tebing Tinggi secara digital, yang bertujuan untuk meningkatkan pemasaran dan produktivitas UMKM yang ada di Kota Tebing Tinggi, serta menciptakan lapangan kerja dengan tanpa modal sebagai drof server.

Penyusunan Master Plan Smart City ini tidak pernah lepas dari RPJM, rencana strategis setiap OPD yang dikaji secara bersama oleh Tim Pendamping dari Kementerian Kominfo dalam membentuk program kegiatan, serta rincian kegiatan yang bisa dikembangkan dan dikemas dalam konsep Master Plan Smart City. Visi Smart City ini sebenarnya tidak jauh beda dengan visi Kota Tebing Tinggi yang akan dicapai dengan mengkalasifikasikan misi yang ada berdasarkan dimensi-dimensi pada Smart City.

Para perwakilan OPD saat Bimtek Penyusunan Master Plan Smart City Kota Tebing Tinggi. (Ismail Batubara)

 

Berikut program yang merupakan produk dari setiap OPD, yang tergabung disetiap dimensi, diantaranya pengelolaan sistim informasi kepegawaian e-laptop tata kelola kepegawaian sipil. Kemudian ada e-protokol atau asesmen senter, ada sistim informasi inspektorat, sistim informasi pelaporan dan pengawasan pembangunan, ada e-kelurahan, termasuk program parawisata yang didalamnya ada festival kebudayaan Kota Tebing Tinggi, Sistim Pelayanan Kepuasan Masyarakat, sistim informasi trayek Tebing Tinggi dan program lainnya. Jadi ada banyak program yang hendak dikerjakan pada periode tahun sesuai rotmen yang ditetapkan.

Dari semua program tersebut, Pemerintah Kota Tebing Tinggi bersama Tim Kementerian telah memilih 6 program sebagai program unggulan yang akan dikerjakan yaitu, TOPS (Tebing Tinggi Online Publik Service), Pekan Kebudayaan Daerah Kota Tebing Tinggi, SIMPEHA(Sistim Informasi Pemantauan Harga), SICETAR (Sistim Informasi Cepat Tanggap), SIPORDI dan SIPONCEGA (Sistim Respon Cepat Tanggap Darurat)

Tim menyakini bahwa berdasarkan informasi dari para OPD penyusun program tersebut, program ini tidak ada ditempat lain. Hanya ada di Kota Tebing Tinggi saja dan spesifik.

Dari 6 program ini disepakat ada 2 program unggulan Quick Win (Program Percepatan) yang akan dibuat berbentuk video dengan durasi 3 menit, yang nantinya akan dibawa Pj Wali Kota Tebing Tinggi Muhammad Dimiyathi ke Jakarta untuk dipaparkan bersama-sama dengan 50 Kabupaten/Kota Smart City lainnya, dihadapan Kementerian Kominfo. Ke 2 program yang dianggap unggulan dari Kota Tebing Tinggi tersebut yaitu, TOPS (Tebing Tinggi Online Publik Services) dan Pekan Kebudayaan Daerah Kota Tebing Tinggi, yang keduanya dikemas dalam konsep digital.

Jika dibahas kedua program unggulan ini memang telah mewakilkan pelaksanaan program Ekonomi dan Budaya Pariwisata yang berujung pada pelaksanaan E-Goverment dan dikemas dengan menggunakan tehnologi digitalisasi. E-Government yang bisa disebut juga elektronik pemerintah atau e-gov, pemerintah digital, online pemerintah atau pemerintah transformasi. E-Government adalah Suatu upaya untuk mengembangkan penyalenggaraan kepemerintahan yang berbasis elektronik. Suatu penataan system manajemen dan proses kerja di lingkungan pemerintah, dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Atau E-Goverment adalah penggunaan teknologi informasi oleh pemerintah untuk memberikan informasi dan pelayanan bagi warganya, urusan bisnis, serta hal-hal lain yang berkenaan dengan pemerintahan.

Tim Pendamping dari Kementerian Kominfo saat memandu penyusunan Master Plan Smart City Kota Tebing Tinggi. (Ismail Batubara)

 

Ada tiga model penyampaian E-Government, antara lain, Government-to-Citizen atau Government-to-Customer, yaitu penyampaian layanan publik dan informasi satu arah oleh pemerintah ke masyarakat, Memungkinkan pertukaran informasi dan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah. Contohnya Pajak Online, Mencari Pekerjaan, Layanan Jaminan Sosial, Dokumen Pribadi (Kelahiran dan Akte perkawinan, Aplikasi Paspor, Lisensi Pengarah), Layanan Imigrasi,Layanan Kesehatan, Beasiswa, Penanggulangan Bencana.

Kemudian Government-to-Business, yaitu transaksi-transaksi elektronik dimana pemerintah menyediakan berbagai informasi yang dibutuhkan bagi kalangan bisnis untuk bertransaksi dengan pemerintah. Mengarah kepada pemasaran produk dan jasa ke pemerintah untuk membantu pemerintah menjadi lebih efisien melalui peningkatan proses bisnis dan manajemen data elektronik. Hal ini juga diyakini bisa membangkitkan gairah ekonomi para pelaku UMKM di Kota Tebing Tinggi. Contohnya Pajak Perseroan, Peluang Bisnis, Pendaftaran Perusahaan, Peraturan Pemerintah (Hukum Bisnis), Pelelangan dan Penjualan yang dilaksanakan oleh pemerintah, hak paten merk dagang, Ruang Bisnis Online UMKM, dll.

 

Dan Government-to-Government, yaitu memungkinkan komunikasi dan pertukaran informasi online antar departemen atau lembaga pemerintahan melalui basisdata terintegrasi. Seperti, konsultasi secara online,blogging untuk kalangan legislative, pendidikan secara online, pelayanan kepada masyarakat secara terpadu.

Keuntungan E-Goverment ini bagi warga Kota Tebing Tinggi akan memberikan pelayanan servis yang lebih baik kepada masyarakat. Informasidapat disediakan 24 jam, 7 hari dalam seminggu, tanpa harus menunggu dibukanya kantor . Informasi dapat dicari dari kantor, rumah, tanpa harus secara fisik datang ke kantor pemerintahan. Peningkatan hubungan antara pemeritah, pelaku bisnis, dan masyarakat umum. Adanya keterbukaan (transparansi) maka diharapkan hubungan antara berbagai pihak menjadi lebih baik. Keterbukaan ini menghilangkan saling curiga dan kekesalan dari semua pihak.

Pemberdayaan masyarakat melalui informasi yang mudah diperoleh. Dengan adanya informasi yang mencukupi, masyarakat akan belajar untuk dapat menentukan pilihannya. Sebagai contoh, data-data tentang sekolah; jumlah kelas, daya tampung murid, passing grade, dan sebagainya, dapat ditampilkan secara online dan digunakan oleh orang tua untuk memilih sekolah yang pas untuk anaknya. Kemudian Pelaksanaan pemerintahan yang lebih efisien . Sebagai contoh, koordinasi    pemerintahan dapat dilakukan melaluji e-mail atau bahkan vidio confernce. Tehnologi Informasi dan Komunikasi yang dikembangkan dalam pemerintahan atau yang disebut e-government membuat masyarakat semakin mudah dalam mengakses kebijakan pemerintah sehingga program yang dicanangkan pemerintah dapat berjalan dengan lancar. e-government juga dapat mendukung pengelolaan pemerintahan yang lebih efisien, dan bisa meningkatkan komunikasi antara pemerintah dengan sektor usaha dan industri.

Lalu, Masyarakat dapat memberi masukan mengenai kebijakan-kebijakan yang   dibuaat oleh pemerintah sehingga dapat memperbaiki kinerja pemerinta8.  Selain tampilan dan paduan warna yang menarik, informasi-infromasi yang disajikan sangatlah lengkap dan up to date. Terdapatnya informasi transportasi, informasi valuta asing, serta info tentang tinggi muka air. Website ini mencakup banyak aspek seperti hukum, agama, sosial dan budaya, bisnis dan kawasan bisnisnya, pendidikan, dan sebagainya. Dan semua terbuka untuk pemerintah dan masyarakat.

Namun mungkin ada kelemahan E-Goverment bagi masyarakat yang mungkin menjadi pemikiran kita yaitu, semakin bebasnya masyarakat mengakses situs pemerintah akan membuka peluang terjadinya cyber crime, yang dapat merusak system TIK pada e-government. Kemudian kurangnya interaksi atau komunikasi antara admin (pemerintah) dengan masyarakat, karena e- government dibuat untuk saling berinteraksi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak lain yang berkepentingan.

Kelemahan utama tentang e-government adalah kurangnya kesetaraan dalam akses publik untuk keandalan, internet informasi di web, dan agenda tersembunyi dari kelompok pemerintah yang dapat mempengaruhi dan bias opini publik. Pelayanan yang diberikan situs pemerintah belum ditunjang oleh system manajemen dan proses kerja yang efektif karena kesiapan peraturan,prosedur dan keterbataasan SDM sangat membatasi penetrasi komputerisasi k dalam system pemerintahan.

 

Penjabat Wali Kota Tebing Tinggi, Muhammad Dimiyathi dalam sesi Press Conference Smart City yang dilaksanakan Dinas Kominfo, Kamis (8/9/2022) menyatakan, terkait dengan selesainya penyusunan Master Plan ini, kami menyampaikan bahwa ini baru tahap awal sebuah Master Plan,  sebuah rencana bagaimana nantinya juga diturunkan dalam rencana-rencana detail, terkait dengan pembangunan Smart City di Kota Tebing Tinggi, dimasing-masing OPD. Smart Goverment, smart ekonomic, smart sosiality, ini yang tertuang nanti didalam Master Plan ini. Masing-masing OPD lah nanti yang meneruskan dan menjadwalkan, bagaimana ketika Smart tadi bisa menjadikan Tebing Tinggi menjadi kota yang smart. Namun demikian dari masing-masing OPD ini masih dituntut untuk menyusun rencana-rencana kerja penyusunan dari masing-masing OPD, katanya.

Rencana detail yang harus dibuat masing-masing OPD terkait dengan perencanaan pembangunan Smart City Kota Tebingtinggi kedepannya. Karena Master Plan  ini merupakan pijakan awal ataupun payung bagi OPD-OPD dalam menyusun program Smart City kedepan. Sampai saat ini berdasarkan data yang kami terima dari Kominfo, kendala yang berarti itu belum ada, tetapi ini harus terus disosialisasikan, karena.peran serta masyarakat untuk memberikan masukan dalam penyusunan dalam rencana-rencana detail Smart City ini sangat dibutuhkan. Jadi kami minta juga nanti melalui Diskominfo untuk tetap melakukan pendampingan kepada OPD dalam penyusunan rencana detail pembangunan Smart City sesuai dengan kewenangan masing-masing OPD tersebut, ujar Muhammad Dimiyathi saat itu.

Kepada pihak DPRD juga, Muhamamd Dimiyathi berharap jika nantinya kita legalkan, ini mungkin nanti setingkat Perda. Jadi mohon dukungan dari pihak DPRD, agar ini bisa berjalan dengan baik. Jika ini sudah menjadi Perda, ini tidak hanya berlaku untuk goverment Tebing Tinggi, tidak hanya untuk jajaran OPD Tebing Tinggi, tetapi bisa juga dimanfaatkan oleh Imstansi Vertikal, BUMN, BUMD dan seluruh pemangku kepentingan yang ada di Kota Tebing Tinggi, sebut Pj Wali Kota Tebing Tinggi.

Tentunya apa yang disajikan oleh Pemerintah Kota Tebing Tinggi dalam mewujudkan Kota Cerdas di Tebing Tinggi, perlu dipelajari secara lengkap dan detail tentang apa yang menjadi potensi keunggulan kita dibandingkan daerah lain. Karena kedua program ini yang diusulkan menjadi unggulan, nantinya para OPD juga ikut bertanggungjawab untuk menyusun peta aksinya, untuk mensukseskan itu bagaimana, apa yang harus dikerjakan, siapa memperkerjakan apa, dan sebagainya. Karena Smart City ini tidak bisa selesai di Master Plan saja. Harus ada supervisi dan riview terhadap masalah Master Plan ini tadi, untuk tetap bisa up to date digunakan. Banyak pekerjaan, banyak perencanaan menjadi tidak terpakai gara-gara tidak dilakukan up date riview terhadap perencanaan itu.

Semoga apa yang dicita-citakan oleh Pemerintah Daerah dalam mewujudkan Smart City, kiranya mampu meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat Kota Tebing Tinggi, seiring dengan kebutuhan dan kemajuan tehnologi saat ini. Demi mewujudkan Tebing Tinggi menjadi Kota Cerdas berbasis Digital, mau tidak mau, suka tidak suka, kita sebagai masyarakat secara tidak langsung harus mengikuti perkembangan sistim layanan pemerintah, dan kita harus siap untuk itu.*** (berbagai sumber)