77 Tahun Merdeka, Indonesia Bangkit dari Keterpurukan

Jumat, 19 Agustus 2022 | 16:01 WIB

Sejak proklamasi Republik Indonesia dikumandangkan Soekarno-Hatta bersama rekan-rekan pejuang saat itu di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta Pusat, pada Jum’at 17 Agustus 1945, Indonesia belum sepenuhnya merdeka.

Negeri ‘Merah-Putih’ ini masih terus dilumuri kebusukan-kebusukan penjajah bersama koalisi-koalisi jahat yang menginginkan nusantara tetap digenggaman kaum kolonial Belanda serta negeri yang ingin meraup keuntungan dari negeri terjajah selama 350 tahun lebih ini.

Tetapi, semangat untuk merdeka, terus bergelora, meskipun tidak sedikit pengorbanan, harta dan jiwa.Banyak nian kisah pilu yang dialami bangsa ini dalam meraih cita-cita merdeka itu.

Sebab itu, sebagai bangsa yang besar, kita tidak boleh melupakan sejarah, bagaimana merebut negeri ini dari tangan kaum kolonial. Bangsa yang besar, adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya, baik yang terlibat langsung dalam pertempuran hidup dan mati, atau pahlawan dari belakang panggung, yang memiliki kata-kata bak pedang, karya sastra yang menggelorakan semangat para pejuang.

Tapi, kini bendera Merah Putih sudah kokoh berdiri di bumi nusantara selama 77 tahun merdeka. Kita harus terus mempertahankannya karena tidak menutup kemungkinan, kita akan kembali mengalami penjajahan asing yang multi dimensi dengan beragam metode dan cara untuk meruntuhkan persatuan dan kesatuan kita.

Nah, di era digital saat ini, negeri kita sudah meraih prestasi yang luar biasa dan kita dikenal sebagai bangsa yang majemuk namun damai. Benar kata Chairil Anwar, dimasa pembangunan ini, semangat leluhur dan pejuang hidup kembali, hampir seisi negeri ini berbahagia memperingati hari kemerdekaan ke 77 ini dengan berbagai aktifitas.

Syukur Alhamdulillah, kini kita semuanya bebas, merdeka, menentukan nasib kita, membangun dan membangun negeri ini menjadi negeri Baldatun Thoyyibatun Warobbun Ghofur, atau negeri makmur dan sejahtera yang memiliki pemimpin yang mencintai rakyatnya. Inilah prestasi luar biasa negeri ini.

Saat ini, tantangan terberat bangsa kita adalah persoalan krisis ekonomi global, sebagai dampak pandemic Covid 19 yang melanda dunia. Alhamdulillah, kita memang masuk dalam 5 besar negara yang berhasil menangani pandemi ini dengan baik. Kita berhasil membuktikan bahwa kita memiliki masyarakat, pemerintah, TNI/ Polri yang tangguh, bersatu padu, bergotong royong, dalam menghadapi persoalan apapun.

Bahkan, kita berhasil menekan inflasi di kisaran 4,9 persen. Angka ini jauh di bawah rata-rata inflasi ASEAN yang berada di sekitar 7 persen. Jauh di bawah inflasi negara-negara maju yang berada di sekitar 9 persen. Bahkan, sampai pertengahan tahun 2022 ini, APBN juga surplus Rp106 triliun.

Capaian tersebut patut kita syukuri. Berdasarkan catatan Presiden RI yang disampaikan pada pidato kenegaraan dalam rangkaian Peringatan HUT RI ke 77, disampaikan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap sangat baik di tengah ekonomi dunia yang sedang bergolak.

Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah. Wilayah yang luas dengan keanekaragaman hayati terkaya di dunia, yang menjadi kekuatan besar Indonesia jika dikelola secara bijak dan berkelanjutan.

Syaratnya satu, harus dihilirkan dan diindustrialisasikan di dalam negeri, agar nilai tambahnya bisa maksimal untuk kepentingan nasional. Hal ini akan membuka lapangan kerja, meningkatkan ekspor, menghasilkan devisa, meningkatkan pendapatan negara, serta mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

Kekuatan lainnya adalah bonus demografi. Jumlah penduduk yang sangat besar, dan didominasi oleh anak-anak muda usia produktif, serta daya beli masyarakat yang terus meningkat, akan menjadi motor penggerak ekonomi nasional dalam menghadapi kompetisi global.

Selain itu, kepercayaan internasional yang meningkat tajam. Indonesia diterima oleh Rusia dan juga diterima Ukraina sebagai jembatan perdamaian. Diterima negara-negara besar, walau pun geopolitik sedang panas.

Indonesia juga dipercaya PBB sebagai Champions dari Global Crisis Response Group untuk penanganan krisis global baik krisis pangan, krisis energy maupun krisis keuangan.
Dan tahun ini, kita menjadi Presiden G20, organisasi 20 negara ekonomi terbesar di dunia. Tahun depan, kita juga menjadi Ketua ASEAN. Artinya, kita berada di puncak kepemimpinan global dan memperoleh kesempatan besar untuk membangun kerja sama internasional.

Kepercayaan besar dari masyarakat internasional ini juga bisa dirasakan di dalam negeri. Reformasi struktural untuk daya saing dan iklim berusaha terus kita lakukan. Ekosistem investasi dan pertumbuhan UMKM terus kita perbaiki. Hilirisasi dan manufaktur di dalam negeri terus tumbuh pesat.

Pertumbuhan investasi juga meningkat tajam, di mana saat ini 52 persen di antaranya sudah berada di Luar Jawa. Artinya, ekonomi kita bukan hanya tumbuh pesat, tetapi juga tumbuh merata, menuju pembangunan yang Indonesia sentris.

Dengan kekuatan dan peluang besar tersebut, kita mempunyai kesempatan besar untuk membangun Indonesia yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Banyak lagi kemajuan yang sudah kita alami meski kita berada di era krisis yang hebat. Tapi, dengan ditopang oleh manusia Indonesia yang unggul, kita akan tampil sebagai bangsa yang kuat.

Sebab itu juga, pedoman yang sudah baik kita miliki selama ini seperti budi pekerti yang luhur, ideologi Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan patriotisme merupakan pilar utama. Seni dan tradisi lokal dengan semangat kebangsaan harus terus digairahkan.

Dukungan DPR dalam menghadapi krisis kesehatan dan perekonomian telah mampu membantu pemerintah. DPR telah mendukung beberapa transformasi besar, antara lain Undang-Undang IKN dan Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan, serta Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual.

DPD sesuai dengan kewenangannya telah ikut berperan dalam menyusun beberapa rancangan undang-undang, terutama terkait dengan otonomi khusus dan pembentukan provinsi-provinsi baru.

Reformasi pelayanan hukum di Mahkamah Agung terbukti telah meningkatkan kualitas penyelesaian perkara. MA terus mengedepankan keadilan restoratif. MA juga telah meningkatkan akses pelayanan hukum yang berkeadilan bagi masyarakat.
Mahkamah Konstitusi telah meningkatkan pelayanan penegakkan konstitusi secara efektif. Sistem peradilan berbasis elektronik semakin memudahkan akses masyarakat. Peran MK sebagai tuan rumah kongres MK sedunia juga patut diapresiasi.

BPK telah menjaga sinergi antara kualitas tata kelola keuangan negara dan fleksibilitas dalam menghadapi krisis. Ini sangat membantu pemerintah. Perencana, penyelenggaraan, Supreme Audit Institution, SAI 20, juga semakin memperkokoh kepemimpinan Indonesia di G20.

Komisi Yudisial terus memberikan layanan prima dalam mengawal peradilan yang bersih dan berwibawa. Penanganan laporan masyarakat terkait lembaga peradilan telah membantu memberikan rasa keadilan kepada masyarakat.

Semoga semangat nasionalisme yang sudah diwarikan pada pendahulu negeri harus tetap kita perkokoh, jika tidak, apa yang sudah kita capai dalam era 77 tahun kemerdekaan ini akan musnah, apabila kita terlena, bersikap acuh, dan lebih parahnya, menjadi orang yang membuat suasana dan kerukunan yang sudah kita pelihara selama ini, menjadi hancur. Tetap semangat dari mari lebih mencintai negeri ini. (xxx)

Penulis adalah Wartawan Harian Medan Pos/ Medan Pos Online